Nasib PKS dalam Politik BBM
POLEMIK kenaikan BBM nyaris menyulut perseteruan parpol koalisi yang dinahkodai Demokrat versus Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS bertaktik ibarat perang gerilya dengan mencoba mengambil poin kelemahan polemik politik BBM ini dengan harapan berbuah imbalan manis berupa pencitraan PKS ditengah-tengah sengkarut impor daging yang sedang melilit partai ini. Tidak tanggung-tanggung PKS pun berani melakukan determinasi yang rapi dan nekat dengan menggelar pembentukan opini publik via spanduk dan jejaring aksi lainnya dengan asumsi mampu mentransformasikan citra positif dalam memersuasi perilaku pemilih. PKS yang dianggap sebagai anak haram dalam rahim parpol koalisi dengan liciknya mencoba berkelit dan “terpaksa” mengambil jalur nekat dengan bermuka dua dalam polemik ini. Disatu sisi menolak kenaikan BBM dan disisi lainnya tetap mengklaim sebagai bagian syah koalisi dan terkesan belum ikhlas melepas tiga menteri PKS dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Walaupun antara kader PKS yang duduk di pemerintah dan legislatif tidak ada kesatuan suara namun hal ini tetap mencerminkan ketidakkonsistensian suara PKS, padahal partai ini selalu menekankan pada koletivisme sebagai basis gerakannya. Tidak ayal lagi bila PKS dianggap duri dalam koalisi, sehingga menjadi wajar bila barisan parpol koalisi yang terdiri dari PAN, PKB, Golkar dan Demokrat menjadi geram dan meminta PKS keluar dari koalisi.
Berharap dari political publicity PKS berharap mampu menarik simpati masyarakat dengan terus bersuara lantang menolak kenaikan BBM walau terkesan sedikit ambigu karena pesan penolakan kenaikan BBM yang selalu disusupi sponsor para caleg mereka dari pelbagai dapil. Terkesan sebuah pepatah ada udang dibalik batu, dimana slogan menyuarakan suara rakyat dengan menolak BBM namun juga berharap rakyat mengenal para caleg PKS, artinya langkah PKS tidak murni menolak kenaikan BBM.
Tidak tanggung-tanggung langkah doktrinisasi kader diseluruh penjuru tanah air menjadikan politik BBM menjadi musuh bersama yang harus dipatuhi oleh seluruh kader dari pelbagai tingkatan (marhalah). Dengan senjata “PKS bukan partai malaikat” dengan tanpa ampun pun PKS melabrak para pengamat yang berseberangan dengan langkah PKS. Saban hari pun publik selalu disuguhkan oleh pelbagai intrik politik PKS yang akan dapat merusak inisiasi pendidikan politik bagi rakyat kebanyakan. Bahkan partai ini pun terkesan cuek bila melumat “etika politik”. Dengan sebuah pegangan kolektivisme-dotrin memperjuangkan suara rakyat PKS tanpa rasa malu terus bersuara lantang dengan dalih mengagregasi kepentingan rakyat.
Sepak terjang PKS dihadapan media sebenarnya tidak dapat disalahkan dalam konteks political publicity guna melirik para pemilih. Namun political publicity yang diterjang PKS sudah bukan lagi menunjukkan upaya pelembagaan partai politik yang modern. Malah PKS pun sudah terjebak dengan “jebakan Batman” guna menyelamatkan partai dari jarum parliamentary threshold. Dibabak akhir politik BBM ini pun PKS masih menunjukkan diri sebagai partai yang plin plan dengan mendukung program pemerintah yang akan mengelontorkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dengan asumsi bahwa BLSM bisa didapat dari dana non subsidi. Ironis diluar dugaan PKS yang begitu konsisten memperjuangkan gerakan perubahan justru konsisten juga untuk berkelit di panggung politik demi kepentingan politik elektoral sesaat.
Delektabilitas PKS
Di tengah sengkarut soal suap impor daging yang menjerat mantan Presiden PKS, partai ini mencoba bermain di dua kaki dengan harapan yang paling realistis adalah mempertahankan suara pemilih yang selama ini bersimpati pada partai ini. Tapi apa mau dikata PKS sekarang bukanlah PKS masa lalu yang selalu sigap berdiri digaris depan perubahan. Tuntutan dan logika kompetisi menjadikan partai ini mengalami disorientasi, sehingga pelan-pelan harus melacurkan diri demi demokrasi elektoral.
Melihat dinamika perilaku pemilih terhadap sepak terjang PKS ini kita akan mengetahui seberapa besar prospek electoral PKS dalam mengarungi 2014. Survei internal yang baru digelar Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC) terdeteksi pendapat masyarakat dalam melihat polemik parpol koalisi versus PKS dalam politik BBM semakin meruncing, yakni responden mayoritas atau 63,6 % setuju PKS keluar dari koalisi, ini artinya publik menilai ada atau tidaknya PKS dalam koalisi tidak akan berpengaruh dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Hanya 16,2 yang tidak setuju, dan sisanya tidak tahu. Bila ditelisik lagi perilaku pemilih kembali kita mendapatkan kejenuhan publik terhadap partai ini dimana terpapar bila PKS keluar dari koalisi, apakah anda akan bersimpati dan mimilih PKS dalam pemilu 2014? Nyaris mayoritas pemilih tidak bersimpati pada PKS atau sebesar 69,1% dan yang bersimpati hanya 8,6 %, dan sisanya tidak tahu. Dan bila tidak setuju PKS keluar dari koalisi, publik pun tidak menunjukkan simpati pada partai ini terbukti hanya 7,0 % yang bersimpati, dan yang tidak bersimpati pada PKS sebesar 73,5% dan sisanya tidak tahu. Gejala deelektabilitas atau menurunya kepercayaan terhadap PKS dikalangan masyarakat menunjukkan bahwa langkah yang diambil kurang populer, bahkan publik menilai ini hanya sebatas akal-akalan semua elit PKS dalam mengalihkan isu suap daging impor.
Nasib PKS
Penolakan masyarakat terhadap PKS merupakan karma politik dari sikap ketidakkonsistenan PKS dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Bila dalam politik BBM saja PKS belum berani tampil konsisten dan tegas dengan menjadi oposisi murni, apalagi dalam polemic lainnya. Publik akan semakin meragukan masa depan partai ini dalam mengagregasi kepentingan rakyat. Jangan-jangan publik akan selalu disuguhi pelbagai intrik politik yang akan merusak transformasi pendidikan politik. Alih-alih memberikan dampak dan citra positif bagi electoral PKS namun sebaliknya akan menjadi bumerang yang harus diterima PKS. Hal ini terbukti dari terus menurunnya elektablitas PKS dimata publik dan bahkan menembus angka satu digit 2,7% dalam (survey LSN 2013).
Kembali pada rakyat yang akhirnya dapat menyimpulkan bahwa PKS telah terjebak dalam dinamika politik BBM, dibuktikan dengan menurunnya daya dukungan dari pemilih. Sebuah pertanda PKS sudah mulai mendapat hukuman dari publik. Aroma trauma publik terhadap tingkah laku elit politik PKS yang bermain uang rakyat telah menjadikan publik belum dapat menerima sajian PKS dihadapan rakyat. Hal inilah yang menjadikan publik mulai memalingkan pandangan dari partai yang selama ini bertajuk “bersih, peduli dan professional” ini pada partai migrasi lainnya.
Menjadi pertanyaan kita saban hari, sampai dimana dan berakhirnya manuver PKS ini? Apakah PKS akan tetap bersikukuh dengan pendapatnya dan rela melepas para menteri yang setidaknya telah menjadi “ATM berjalan” bagi PKS ataukah mencoba berdiri tegap menjadi oposisi? Dilihat dari hasil survey diatas terkesan PKS telah mengalami kebuntuan strategi politik dimata publik. Rakyat tidak lagi memandang PKS sebagai partai yang akan dapat memperjuangan kepentingan dan bahkan menilai partai ini sebagai partai yang licik dan bermuka dua. Sialnya lagi publik tetap tidak melihat partai ini kedepan akan mampu memberikan pendidikan politik minus jejaring kader tarbiyah, bahkan malah menyajikan dagelan dan intrik bobroknya dunia politik.
Akhirnya manuver PKS ini menjadi pertanda bagi elit politik untuk tidak mencoba-coba menampilkan intrik politik dihadapan rakyat. Rakyatlah yang mampu membesarkan dan menghancurkan masa depan lembaga kepartaian apapun itu ideologinya. Hasil survey ini menjadi gambaran akan ketidakjelasnya manuver yang diambil PKS. Pelajaran yang kita dapat ambil adalah belum berjalannya proses berharga parpol untuk terus berupaya melakukan pelembagaan lembaga kepartaian guna memberikan pendidikan politik yang santun pada masyarakat. Bila PKS juga tidak dapat memberikan langkah persuasif yang baik pada publik dalam polemik BBM ini bisa jadi manuver ini akan membuat nasib PKS semakin tragis untuk melenggang kesenayan dalam politik elektoral.
Bambang Arianto,
Peneliti Politik Bulaksumur Empat Research and Consulting (BERC) Yogyakarta
(sumber : okezone.com )
Tags:
opini
Menimba Ilmu Dari Radja Nainggolan
Radja Nainggolan berjanji beri pengalaman terbaik saat menjalani laga eksebisi kontra tim nasional (timnas) U-23. Gaya olah bola Benua Eropa yang selama ini dilakoni Radja bersama Cagliari, diharapkan mampu memberi inspirasi tim Garuda Muda.Berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, sore nanti, Radja sendiri akan tergabung dalam tim Jakarta All Stars. Dimana tim tersebut, juga akan di isi mantan pemain-pemain top Tanah Air seperti Rochy Putiray, Kurniawan Dwi Yulianto, Nur’alim, dan pemain timnas Singapura, Baihaki bin Kaizan.
Selain pemain-pelain lawas, Radja yang bermain di bawah komando pelatih kawakan Indonesia Danurwindo, juga akan satu tim dengan pemain-pemain muda Indonesia seperti mantan punggawa timnas U-23 Gunawan Dwi Cahyo dan kapten timnas U-19 Indonesia, Gavin Kwan.
Radja memiliki kedekatan sangat erat dengan Indonesia terutama suku Batak, bertekat tidak akan main-main saat menjajal perlawanan tim Garuda Muda. Anak dari pasangan Marianus Nainggolan dan Lizi Bogaerd warga negara Belgia, mengaku penasaran merasakan langsung atmosfer sepak bola Indonesia.
“Tentu saja saya ingin sekali memberikan pengalaman-pengalaman yang saat ini saya dapatkan dalam karir sepak bola saya. Semoga saja, setidaknya saya bisa memberikan pengaruh positif bagi pemain-pemain muda di Indonesia. Saya juga menunggu atmosfer sepak bola Indonesia,” ungkap Radja.
Radja yang selalu memakai nama Nainggolan di jersey klub yang selama ini dibelanya, juga sempat menggelar coaching clinic bersama sekitar 100 anak Indonesia di SUGBK, Senin (17/6). Dalam sesi tersebut, terlihat jelas jika Radja tidak hanya ingin asal datang ke Indonesia. Dirinya terlihat sangat bersemangat memberikan instruksi kepada anak-anak Indonesia.
“Sebagai pemain sepak bola, kita dituntut untuk terus bisa berkonsentrasi dalam 90 menit pertandingan. Jadi saat mengoper bola, menedang bola, dan menjaga pergerakan lawan kita harus bisa fokus berkonsentrasi,”papar Radja, yang mulai mendapat banyak tawaran dari klub-klub papan atas Serie A, Italia, AS Roma dan Inter Milan tersebut.
Sementara itu, tim Garuda Muda juga tidak mau melewatkan kesempatan bermain dengan Radja. Melihat suksesnya Radja yang baru menginjak usia 25 tahun di kompetisi Eropa, tentu akan jadi motivasi tersendiri bagi para pemain timnas U-23 yang tengah bersiap diajang SEA Games XXVII/ 2013 Myanmar, Desember mendatang.
“Tentu saja saya sangat senang bisa menjadi salah satu pemain yang berkesempatan bermain dengan Radja. Dia adalah contoh yang harus diteladani pemain-pemain muda Indonesia. Apalagi dengan melihat usianya yang juga masih muda,” ungkap kapten tim Garuda Muda, Rasyid Bakri.
Tidak hanya ditingkat pemain, tim kepelatihan timnas U-23 juga melihat begitu pentingnya laga tersebut. Sampai-sampai asisten pelatih timnas U-23, Aji Santoso, menyatakan, laga eksebisi kontra Radja dkk juga masuk dalam proses seleksi tahap kedua yang sedang dijalani tim Garuda Muda.
Laga pertandingan kali ini, timnas U-23 menyiapkan 18 pemain. Dimana pemain-pemain yang akan disiapkan, gabungan pemain yang masuk dalam pelatihan nasional (pelatnas) tahap pertama dan tahap kedua. Dimana salah satu pemain yang disertakan, masuk nama penyerang Persebaya Surabaya versi Indonesia Premier League (IPL), Andik Vermansyah.
“Pertandingan eksebisi tersebut juga bagian dari proses penyaringan pemain jelang SEA Games mendatang. Jadi dalam pertandingan nanti, kami sebagai tim pelatih sangat berharap anak-anak bisa tampil semaksimal mungkin. Karena setelah laga tersebut, kami juga akan melakukan evaluasi,” jelas Aji.
Prakiraan Susunan Pemain
Timnas U-23 Indonesia (4-4-2): M. Natsir; Seftia Hadi, Fandi Imbri, Yerico Christiantoko, Bayu Pradana; Rasyid Bakri, Irsyad Maulana, Joko Sasongko, Andik Vermansyah; Yandi Sofyan, Agung Supriyanto
Pelatih: Rahmad Darmawan
Jakarta All Stars (4-4-2): Hendro Kartiko; Baihaki Kaizan, Nur’alim, Budiman, Isnan Ali; Radja Nainggolan, Syamsul Chaerudin, M. Taufiq, Javier Rocha; Rochy Putiray, Kurniawan Dwi Yulianto
Pelatih: Danurwindo
(sumber : sindonews.com )
Tags:
olahraga
Para Perempuan yang Mengubah Dunia Lewat Teknologi
Meskipun jumlahnya terbilang jarang, tetapi cukup banyak perempuan dengan sepak terjang mengagumkan turut berjasa dalam mengubah dunia. Dalam daftar itu, ada beberapa nama wanita yang berkiprah di dunia teknologi, seperti Sheryl Sandberg (COO Facebook), Meg Whitman (CEO Hewlett-Packard), Susan Wojcicki (Senior Vice President Google), dan Marissa Mayer (CEO Yahoo).
Terlepas dari daftar tersebut, BusinessInsider belum lama ini juga merilis daftar 50 wanita yang mengubah dunia. Beberapa dari mereka berkiprah di dunia teknologi dan berkarya dengan memanfaatkan teknologi. Mereka antara lain, Sunita Williams, Malala Yousafzai, Marissa Mayer, Melinda Gates, dan Sheryl Sandberg.
Sunita Williams adalah astronot keturunan India-Amerika. Dia memegang rekor sebagai astronot wanita yang melakukan penerbangan antariksa terpanjang, dan paling lama berada di luar angkasa. Selain bekerja untuk NASA, Williams juga seorang perwira Angkatan Laut AS dengan berbagai prestasi dan penghargaan. Dia membuktikan bahwa seorang wanita pun bisa sukses dalam bidang yang didominasi oleh laki-laki.
Malala Yousafzai adalah seorang remaja Pakistan berusia 15 tahun. Tetapi, di usianya yang belia, dia sudah menjadi ikon internasional dalam dunia pendidikan bagi anak perempuan. Sejak tahun 2009, ketika masih berusia 11 tahun, Yousafzai sudah berani bicara soal pentingnya pendidikan bagi anak perempuan. Dia tidak gentar dengan kelompok Taliban Pakistan yang melarang pendidikan bagi perempuan di negerinya. Ketika usianya 11 tahun, dia mulai menulis blog untuk BBC, dan mengungkapkan pendapat serta pengalamannya bersekolah.
Meskipun dilarang, dia tetap nekat pergi ke sekolah. Pada Oktober 2012, Yousafzai menjadi korban percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Taliban. Dia ditembak di bagian kepala ketika pulang dari sekolah. Bersyukur nyawanya bisa diselamatkan, remaja tetap giat sebagai aktivis pendidikan bagi anak perempuan. Karena keberaniannya, Yousafzai dinominasikan sebagai penerima Nobel Peace Prize termuda dalam sejarah.
Kiprah Marissa Mayer di dunia teknologi sudah sering kita dengar ataupun baca melalui berbagai media. Dalam waktu kurang dari setahun, sejak dia menjabat sebagai CEO Yahoo pada Juli 2012, alumni Google ini sudah membuat berbagai gebrakan di tempat kerja barunya. Dia melakukan redesign situs Yahoo, memperbaiki sistem email Yahoo, dan melakukan beberapa akuisisi besar, seperti yang dilakukan atas Summly dan Tumblr.
Selain menjabat CEO Yahoo, Mayer juga menduduki posisi direksi di Walmart dan aktif sebagai angel investor. Pada Oktober 2012, Mayer melahirkan seorang putera. Setelah melahirkan, dia memutuskan untuk tidak mengambil penuh cuti melahirkannya dan memilih untuk segera kembali bekerja. Mayer dinilai mampu membuktikan bahwa bukan hal yang mustahil bagi wanita untuk sukses dalam karir dan berkeluarga.
Melinda Gates giat menjalankan kegiatan sosial melalui yayasan yang dia dirikan bersama suaminya, Bill Gates, pendiri Microsoft. Sejak mendirikan Bill and Melinda Gates Foundation pada tahun 1994, pasangan suami istri ini sudah mendermakan hartanya sebesar 36,4 miliar dollar AS untuk berbagai kegiatan sosial.
Sejak akhir tahun lalu, Melinda memfokuskan dirinya pada isu keluarga. Dia sering menjadi pembicara di berbagai negara miskin dan negara berkembang tentang pentingnya program keluarga berencana. Salah satu targetnya kini adalah menggalang dana hingga 4 miliar dollar AS hingga tahun 2020 mendatang, untuk mengembangkan teknologi kontraseptif dan membantu lebih dari 120 juta perempuan di dunia agar bisa mengakses peralatan kontrasepsi.
Sheryl Sandberg adalah Chief Operating Officer Facebook. Tahun lalu, Sandberg kembali mengangkat isu feminisme di negerinya dengan merilis sebuah buku berjudul Lean In: Women, Work, and the Will to Lead. Melalui buku itu, Sandberg ingin menginspirasi para perempuan untuk berani mengembangkan dirinya dalam karir dan sebagai pemimpin. Nama Sandberg sendiri sudah berkali-kali masuk dalam daftar wanita paling berpengaruh, baik dalam bisnis maupun di dunia. (sumber : kompas.com )
Tags:
sainstek
KPK Diminta Selidiki Dugaan Korupsi Di Sulawesi Tenggara
Dugaan korupsi di pemerintahan Kkabupaten Buton Utara telah terjadi secara sistematis. Karena itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera mengusutnya."Kami lihat di sana telah terjadi penyimpangan dalam hal penggunaan anggaran perjalanan dinas yang dilakukan by system oleh pemerintahan di Buton Utara," kata Koordinator Butur Corruption Wacth, Ikhwan Karmawan, beberapa saat sebelum melaporkan hal tersebut kepada Ketua Umum Partai Kedaulatan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sutiyoso di Jakarta, Selasa kemarin (18/6).
Penyimpangan perjalanan dinas tersebut, jelas Ikhwan, terjadi saat kepala daerahnya menggunakan wilayah Ereke, Kecamatan Kulisusu sebagai pusat pemerintahan. Sedangkan berdasarkan UU pemekaran terhadap kabupaten tersebut, seharusnya ibukota pemerintahannya berada di Buranga, Kecamatan Bonegunu. Pemakaian nama Buanga Kecamatan Bonegunu dalam semua administrasi atau dokumentasi pemerintahan ini berimplikasi, antara lain, pada pemakaian anggaran perjalanan dinas.
"Karena meskipun seorang pejabat atau pegawai berangkat dari Ereke, namun dalam semua administrasi perjalanan dinas dimanipulasi seolah-olah pejabat atau pegawai tersebut berangkat dari Buranga Kecamatan Bonegunu," jelas Ikhwan.
Sebagai kepala daerah, Bupati Buton Utara diduga Ikhwan telah bertindak yang berujung pada kerugian keuangan negara. Kondisi itulah yang dijadikan Ikhwan sebagai dasar untuk meminta KPK segera mengusut kasus tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum PKPI, Sutiyoso mengatakan bahwa pihaknya yakin KPK akan melaksanakan tugasnya tanpa pandang bulu. Sebab, selama ini telah terbukti dari ratusan kepala daerah yang dijebloskan di penjara oleh lembaga penegak hukum yang satu itu.
"Setahu kita KPK sejauh ini masih menjadi andalan kita. Saat ini mendekati angka tiga ratus kepala daerah yang sudah ditangkap," kata Sutiyoso.
Hanya saja, Sutiyoso menjelaskan, KPK tidak akan bertindak gegabah dalam mengusut suatu kasus korupsi.
"KPK memang punya sistem, sepanjang bukti belum dipegang mereka belum akan tangkap. Saya yakin KPK tidak takut kepada siapa saja. Paling mungkin mereka belum dapat bukti-bukti. Tidak akan ada yang lolos," demikian Sutiyoso. (SUMBER : rmol.co )
Tags:
polhukam
Bantuan Tunai Tak Bisa Redam Tambahan Kemiskinan
| KORAN JAKARTA/DADANG KUSUMA WS |
Selain tidak efektif, realisasi pembagian BLSM, mengacu pada kasus bantuan langsung tunai (BLT) pada 2005 dan 2008, berpotensi memicu konflik sosial karena salah sasaran.
Kepala Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, mengungkapkan jika mengacu pada studi empiris di berbagai negara, pembagian dana tunai untuk pengentasan masyarakat dari kemiskinan tidak akan efektif. Pasalnya, rumah tangga sasaran merasa dana kompensasi itu sifatnya sementara sehingga mereka cenderung menggunakannya untuk keperluan konsumtif.
"Kalau kasus di Indonesia dibelikan pulsa, kasus di India dibelikan televisi," papar dia di Jakarta, Selasa (18/6).
Pendapat senada dikemukanan oleh pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Zamroni Salim. Menurut dia, sekitar 60 persen pendapatan rakyat miskin dialokasikan untuk makanan, sedangkan sisanya untuk kegiatan lain yang tidak bersifat produktif. "Jadi, dari situ, saya melihat BLSM (balsem) itu tidak akan efektif mengurangi angka kemiskinan tersebut," jelas Zamroni.
Sebelumnya, politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, juga menyatakan kenaikan harga BBM selalu menambah angka kemiskinan meski dibarengi dengan program kompensasi seperti BLT pada 2009.
Ia memaparkan data BPS menunjukkan pada 2006, Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 19,1 juta (sekitar 76,4 juta jiwa). Pada 2011, ada penambahan RTM menjadi 25,2 juta (sekitar 100,8 juta jiwa). "Artinya, dua tahun setelah BBM dinaikkan dan BLT disalurkan, jumlah orang miskin bertambah 24,4 juta jiwa," papar Rieke.
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Ahmad Erani Yustika, pun mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM akan menyebabkan angka kemiskinan melonjak menjadi 13,11 persen dari 11,6 persen (dari jumlah penduduk Indonesia 240 juta orang) pada 2012.
Karena itu, menurut Erani, penting bagi pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan baru. "Itu pesan bagi pemerintah jika masyarakat Indonesia tidak ingin terganggu oleh inflasi akibat kenaikan BBM yang diprediksi mencapai 7,2 persen," kata Erani.
Seperti dikabarkan, dalam waktu dekat, pemerintah berencana menaikkan harga BBM jenis premium dan solar masing-masing 2.000 rupiah dan 1.000 rupiah per liter sehingga harga premium menjadi 6.500 rupiah dan solar 5.500 rupiah per liter.
Guna mengompensasi dampak inflasi akibat kenaikan harga minyak itu, pemerintah tahun ini akan menggulirkan program bantuan tunai seperti BLSM sebesar 11,6 triliun rupiah atau 38,7 persen dari total kompensasi kenaikan harga BBM (30 triliun rupiah). Selama lima bulan berturut-turut, sebanyak 15,5 juta rumah tangga miskin sasaran mendapat bagian 150 ribu rupiah per bulan per rumah tangga.
Daya Beli Turun
Lana menambahkan dana tunai itu bertujuan mengompensasi daya beli yang turun terhadap konsumsi dasar akibat kenaikan harga BBM. Namun, karena bantuan bersifat sementara, biasanya tidak digunakan membeli makanan sehingga konsumsi makanan malah berkurang dan konsumsi non makanan bertambah. "Untuk mengatasi daya beli yang turun, saya kira BLSM atau bantuan sosial lainnya belum akan bisa mengompensasi secara penuh. Tetap saja ada daya beli yang turun," papar dia.
Padahal, lanjut Lana, ukuran kemiskinan dihitung berdasarkan konsumsi kalori makanan sehingga meski ada BLSM maupun bantuan dana lain, masyarakat miskin tetap bertambah.
Ia mengungkapkan kemiskinan terparah ada di perdesaan karena sulit mendapat pekerjaan. Oleh karena itu, untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan di Indonesia harus diikuti dengan pendidikan yang baik dan penciptaan lapangan kerja.
"Jadi, pendidikan dan penciptaan lapangan kerja itu penting untuk memotong kemiskinan yang turun-temurun," jelas Lana.
Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, sebelumnya juga mengingatkan di luar masalah tidak efektif, BLSM berpotensi memicu konflik sosial di akar rumput. Pangkal masalahnya adalah rumah tangga sasaran sebesar 15,5 juta keluarga itu.
Padahal, lanjut dia, data tersebut diambil dari Pendataan Program Perlindungan Sosial tahun 2011 (PPLS 2011) yang menyediakan nama dan alamat 24 juta rumah tangga dengan kondisi sosial ekonomi terendah dari 96,7 juta jiwa data yang dihimpun atau 42,5 persen rumah tangga di Tanah Air.
"Karena target BLSM tahun ini hanya 15,5 juta rumah tangga, berarti 8,5 juta lainnya tidak menerima. Ketidakadilan semacam ini mudah meledak menjadi konflik sosial," ungkap dia. (sumber : koran-jakarta.com )
Tags:
sosbud
Presiden Jangan Ragu Naikkan Harga BBM
![]() |
| KOMPAS/PRIYOMBODO |
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak agar jangan ragu lagi menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi karena paket kompensasi sudah di tangan. Semakin ditunda, semakin tinggi ketidakpastian pasar, dan semakin marak terjadi penyelewengan BBM di lapangan.
Kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Sementara paket kompensasi yang disyaratkan Presiden untuk mengambil kebijakan itu sudah di genggaman saat pemerintah dan DPR mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun 2013.
Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, A Tony Prasetiantono, Selasa (18/6/2013), berpendapat, pemerintah tinggal mengeksekusi kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Pemerintah perlu merebut sentimen positif dari pasar yang selama ini cenderung negatif.
Jika eksekusi ditunda-tunda, kata Tony, pemerintah akan dianggap tidak becus mengelola fiskal. Ini akan direspons negatif para investor.
”Masalah leadership dan manajemen fiskal menjadi ganjalan terbesar yang membuat rupiah sulit menguat. Berbagai momentum telah disia-siakan. Kali ini tidak boleh lagi,” kata Tony.
Sekarang, Tony menambahkan, ada saja yang berpikir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum tentu berani menaikkan harga BBM bersubsidi. Bila anggapan tersebut menjadi kenyataan, kegaduhan pada Rapat Paripurna DPR, Senin malam, saat hendak mengesahkan APBN-P Tahun 2013, berarti hanya main-main. Hal ini sangat buruk.
Menteri Keuangan M Chatib Basri, dalam keterangan pers di Jakarta, menyatakan, harga BBM pasti naik. Namun, pemerintah harus memastikan, ketika harga BBM naik, paket kompensasi juga bisa langsung digelontorkan.
Karena itu, kata Chatib, pemerintah harus menyelesaikan proses administrasi yang diperlukan dan ditentukan. Anggaran paket kompensasi termasuk dalam APBN-P Tahun 2013. Kesiapan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) harus menunggu proses administrasi Undang-Undang APBN-P Tahun 2013 tuntas diturunkan sampai daftar isian pelaksanaan anggaran.
”BBM bukan lagi persoalan naik-tidaknya. Harga BBM akan naik. Pemerintah butuh waktu. Hasil atau persetujuan DPR harus diundang-undangkan. Dengan demikian, ada proses administrasi, baik di parlemen maupun di pemerintah,” kata Chatib.
Proses administrasi, menurut Chatib, diusahakan secepat mungkin. Kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi sepenuhnya menunggu proses tersebut. ”Tidak ada upaya men-delay atau memperlambat,” kata Chatib.
Kesehatan fiskal
Presiden Yudhoyono, saat peluncuran Laporan Hasil Panel Tingkat Tinggi Para Tokoh Dunia tentang Agenda Pembangunan Pasca-2015, di Jakarta, mengatakan, harga BBM terpaksa dinaikkan untuk menyehatkan fiskal, menyelamatkan APBN, dan menjaga makroekonomi dalam negeri.
”Harga BBM kita naikkan agar fiskal dan APBN kita selamat sehingga makroekonomi kita terjaga, tetapi yang miskin juga kita lindungi. Itu penting sebagaimana yang menjadi perhatian kita semua,” kata Presiden.
Selain upaya di tingkat nasional, menurut Presiden, juga diperlukan upaya bersama di tingkat global agar harga minyak mentah tidak terus naik dan memiliki volatilitas yang tinggi. Jika upaya bersama itu tidak dilakukan, dikhawatirkan dapat berdampak dan memukul ekonomi negara di dunia.
Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, setelah DPR menyetujui RAPBN-P 2013, pemerintah dipastikan akan menggunakan wewenangnya untuk menaikkan harga BBM. Meski demikian, belum bisa dipastikan kapan pastinya kenaikan harga BBM itu dilaksanakan.
”Akan diumumkan pada saat yang tepat,” katanya.
Wakil Presiden Boediono, kemarin, di Kantor Wapres, Jakarta, mengatakan, kenaikan harga BBM akan diputuskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum ada pengumuman dari pemerintah, masyarakat diminta untuk bersikap tenang.
Wapres Boediono menegaskan hal tersebut dalam jumpa pers seusai rapat persiapan pelaksanaan program kompensasi kenaikan harga BBM. Boediono memberikan keterangan dengan didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, serta Menteri Keuangan Chatib Basri.
Menurut Boediono, pemerintah mengetahui telah terjadi gejolak kenaikan harga menjelang penerapan kenaikan harga BBM. Karena itu, pemerintah melakukan upaya khusus untuk menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok.
”Harga bahan pokok akan coba kita kendalikan selama beberapa waktu ke depan. Hal ini memerlukan langkah-langkah khusus dan sedang digarap Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan, dan lain-lain,” ujar Boediono.
Boediono menjelaskan, kompensasi berupa BLSM akan dijalankan selama empat bulan. Jumlahnya sebesar Rp 150.000 per keluarga per bulan. Ada 15,5 juta keluarga yang akan mendapatkan BLSM.
Menurut dia, BLSM sama sekali tidak mengandung aspek politik. Publik sangat cerdas sehingga tidak mungkin uang BLSM mampu memengaruhi pilihan-pilihan politik konstituen. ”Masyarakat kita sudah rasional dalam memilih,” katanya.
Ia menuturkan, program kompensasi beras untuk rakyat miskin (raskin) telah dimodifikasi dan diupayakan agar benar-benar tepat sasaran. Pemberian raskin kini ditambah menjadi dua kali dalam sebulan. Jumlah beras setiap pemberian sebanyak 15 kilogram. Pemberian tahap pertama pada bulan ini telah dijalankan, sedangkan tahap keduanya direncanakan diberikan pada akhir bulan.
Adapun pemberian bantuan bagi siswa miskin direncanakan dilakukan pada Juli atau Agustus. Sementara kompensasi melalui Program Keluarga Harapan sebagian dicairkan pada Juni. (sumber : kompas.com )
Tags:
ekbis
Kota Terpendam Seusia Candi Borobudur Terungkap
Tim arkeolog menemukan kota tua yang hilang di sebuah gunung di Kamboja, Phnom Kulen. Kota itu diperkirakan berusia 1.200 tahun, 350 tahun lebih tua dari Angkor Wat atau lebih kurang seusia dengan Borobudur, dan terletak hanya 40 kilometer dari kuil agung tersebut.Kota itu bernama Mahendraparvata, kota pertama di Kerajaan Angkor pada tahun 802 Masehi. Tim arkeolog sendiri menemukan kota tua yang hilang itu dengan bantuan teknologi Lidar.
Damian Evans, Direktur Pusat Penelitian Arkeologi University of Sydney, mengatakan bahwa "momen eureka" penemuan kota tua yang hilang itu adalah saat gambaran kota tua tampak di layar komputer yang memuat citra pengamatan teknologi Lidar.
"Dengan instrumen ini, bang! tiba-tiba kita melihat gambaran keseluruhan kota yang tak seorang pun tahu bahwa sebelumnya pernah ada, dan tentu saja mengagumkan," ungkap Evans seperti dikutip Sydney Morning Herald, Jumat (15/6/2013).
Menyadari keberadaan kota tersebut, tim arkeolog pun lantas langsung pergi ke lokasi, melewati hutan dengan medan cukup sulit dan penuh ranjau. Mereka dibantu oleh Heng Heap, mantan pasukan Khmer yang kehilangan satu kaki, serta menggunakan GPS.
Tim arkeolog menemukan bagian berupa kanal dan jalan. Mereka juga menemukan dua kuil yang belum terjamah. Selain itu, ditemukan pula gua dengan hiasan lukisan gua yang digunakan oleh pertapa di masa Angkor.
Teknologi Lidar pun mengungkap beberapa gundukan setinggi beberapa meter di kota terpendam itu. Arkeolog berteori, gundukan yang tersebar di kota itu mungkin saja sebuah makam.
Phnom Kulen, gunung tempat kota ini berada, telah menjadi tempat ziarah sejak lama, digunakan untuk menjalankan ritual keagamaan dan mandi. Wilayah ini sudah dihuni sejak masa Kerajaan Angkor.
Dengan teknologi Lidar, arkeolog mengungkap bahwa Mahendraparvata dibangun sebelum Angkor Wat, sebelum Raja Jayavarman II turun dari gunung dan membangun kota di dekat wilayah Angkor Wat sekarang.
"Inilah tempat semuanya dimulai, membantu membangun peradaban Angkor yang selalu diasosiasikan dengan Angkor Wat," kata Evans. Peradaban Angkor merupakan pra-era industri dengan densitas populasi rendah terbesar di muka Bumi.
Menurut ilmuwan China, Zhou Daguan, yang meneliti kehidupan di wilayah tersebut tahun 1294-1307, di peradaban Angkor, orang-orangnya telanjang hingga pinggang dan membalut bagian sisanya hanya dengan selembar kain.
Penemuan kota yang terpendam ini menunjukkan keampuhan teknologi Lidar (Light and Radar). Teknologi ini dikembangkan tahun 1960, dan kali pertama digunakan untuk mengukur awan pada National Center for Atmospheric Research di Amerika Serikat.
Untuk menemukan kota tua yang hilang ini, perangkat teknologi Lidar menembakkan laser untuk mengetahui apa yang ada di bawah lapisan tanah. Teknologi ini mencitrakan obyek dengan sinar tampak, UV, dan inframerah.
Lidar telah dipakai untuk menemukan banyak situs arkeologi yang terpendam, termasuk persawahan dan jalan pada peradaban Mata di Caracol, Amerika Tengah. Lidar juga digunakan untuk meneliti Stonehenge di Eropa. (sumber : kompas.com )
Tags:
sainstek
